• Jumat, 24 September 2021

Sidang Gugatan Ibu Terhadap Anaknya, Kuasa Hukum Tergugat Anggap Aneh Putusan Hakim PN Terkait Pembatalan Akta

- Selasa, 14 September 2021 | 22:11 WIB
Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio beserta pengacara usai sidang
Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio beserta pengacara usai sidang

Bandung, Zonabandung.com,- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Majalengka memutuskan perkara gugatan pembatalan akta kelahiran yang diajukan oleh Sri Mulyani alias Kwik Lioe Nio (85 tahun) warga Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, terhadap anaknya Ika Wartika atau Auw Gien Nio (63 tahun) adalah ranah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Namun pada poin lainnya, hakim juga mengabulkan gugatan dari pengugat. Hanya tidak terdengar adanya kalimat yang menyebutkan, bahwa Catatan Sipil Kabupaten Majalengka yang menerbitkan akta kelahiran berdasarkan Putusan Pengadilan, harus membatalkan akta kelahiran tergugat Ika Wartika. Senin (13/9/2021).

Pada putusannya, Majelis Hakim menyatakan, Menimbang bahwa terhadap petitum angka 8 dan 9 dalam hal ini Majelis Hakim berpendapat bahwa untuk mencoret akta lahir No 41/SAL.1958 tertanggal 5 Maret 1983 atas nama Ika Wartika terlebih dahulu harus ada putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara, mengingat pembatalan terhadap akta kelahiran beschikking adalah kewenangan dari Pengadilan Tata Usaha Negara untuk mengadilinya. Sehingga berdasarkan pertimbangan tersebut, petitum angka 8 dan 9 tidak beralasan hukum untuk dikabulkan dan harus dinyatakan ditolak.

Baca Juga: Tak Terima Putusan PTUN Bandung, PT. GLOBAL KURNIA GRAHATAMA Dan BPN Ajukan Banding

‘Menimbang bahwa oleh karena tergugat dan turut tergugat merupakan pihak dalam perkara ini, maka pihak-pihak yang terkait dalam perkara ini wajib tunduk dan patuh sesuai dengan isi putusan. Sehingga berdasarkan pertimbangan tersebut, petitum angka 10 beralasan hukum untuk dikabulkan.’ Jelas Majelis Hakim saat persidangan.

Sementara itu, Kuasa Hukum tergugat Cahyadi, Wahyu Harmoko dan Asep Suangsa, mengungkapkan, sejak awal pihaknya telah mengajukan esksepsi yang menyebutkan pembatalan akta kelahiran adalah ranah PTUN dan bukan ranah perdata di Pengadilan Negeri, yang telah menerbitkan keputusan pembuatan akta bagi kliennya Ika Wartika.

Namun eksepsinya saat itu ditolak Majelis Hakim dan persidanganpun akhirnya dilanjutkan hingga berbulan-bulan dan beberapa kali persidangan. Di akhir persidangan hakim memutuskan perkara yang ditanganinya adalah ranah PTUN.

‘Ini kami pandang bertentangan antara putusan sela dengan keputusan akhir. Putusan sela ditolak tapi putusan akhir mengatakan ini ranah PTUN, seperti yang pernah kami sampaikan di awal persidangan,’ kata Cahyadi.

Kemudian berkaitan dengan bukti akta wasiat dan akta waris yang telah dibuat oleh tergugat juga suami tergugat Andi Kurnaedi alias Auw Kim Tjeng , yang menggunakan akta kelahiran Ika Wartika sebagai anaknya dan berhak atas penerima waris, juga nampaknya tidak menjadi pertimbangan hakim.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Inilah Pendiri Kota Bandung!

Jumat, 24 September 2021 | 16:37 WIB
X