• Sabtu, 23 Oktober 2021

Kejati Jabar Selamatkan Uang Negara Rp.3,2 Trilyun Terkait Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- Rabu, 22 September 2021 | 13:37 WIB
Kajati Jawa Barat Dr. Asep N. Mulyana  (Foto: Humas Kajati Jabar)
Kajati Jawa Barat Dr. Asep N. Mulyana (Foto: Humas Kajati Jabar)

Bandung, Zonabandung.com,- Langkah kejaksaan Tingggi Jawa Barat patutlah diapresiasi dimana Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah berkontribusi menyelamatkan keuangan negara sekitar Rp. 3.240.240.557.318 (tiga trilyun dua ratus empat puluh milyar dua ratus empat puluh juta lima ratus lima puuh tujuh tiga ratus delapan belas rupiah).

Kepala seksi penerangan dan hukum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil,SH.,dalam siaran persnya yang diterima Zonabandung.com pada Rabu 22 September 2021 menyebutkan, Angka Rp.3,2 trilyun tersebut berasal dari pendampingan perkara bantuan hukum litigasi mewakili PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT.PSBI) dan PT. Kereta Cepat Indonesia China (PT. KCIC) terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

‘Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melalui Jaksa Pengacara Negara yang dipimpin oleh Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Jabar Wahyudi, SH.,MH mewakili perkara gugatan yang diajukan oleh para pihak kepada PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT.PSBI) dan PT. Kereta Cepat Indonesia China (PT. KCIC) di Pengadilan pada jalur yang dilewati proyek tersebut.’ Ujar Dodi.

‘Pada umumnya pihak yang mengajukan gugatan adalah perusahaan-perusahaan maupun pribadi yang lahannya terimbas dari proyek tersebut dengan permintaan ganti rugi yang tidak sesuai dengan appraisal yang telah ditetapkan maupun status tanah yang ternyata fasilitas umum dan fasilitas sosial,’ lanjutnya.

Baca Juga: Tumbuhkan Pelaku Usaha, Kakanwil Kemenkumham Jabar Sosialisasi Pembentukan PT Perorangan

Dodi menyebutkan, ‘Sepanjang tahun 2018 sampai dengan 2021 Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mewakili PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT.PSBI) dan PT. Kereta Cepat Indonesia China (PT. KCIC) dengan rincian sebagai berikut:

Tahun 2018 sebanyak delapan perkara dengan jumlah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 2.115.854.532.019,- (dua trilyun seratus lima belas milyar delapan ratus lima puluh empat juta lima ratus tiga puluh dua ribu sembilan belas rupiah).

Tahun 2019 sebanyak empat perkara dengan jumlah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp. 758.760.850.421,- (tujuh ratus lima puluh delapan milyar tujuh ratus enam puluh juta delapan ratus lima puluh ribu empat ratus dua puluh satu rupiah).

Tahun 2020 sebanyak sembilan perkara dengan jumlah penyelamatan keuangan negara sebesar Rp. 338.179.340.878,- (tiga ratus tiga puluh delapan milyar seratus tujuh puluh sembilan juta tiga ratus empat puluh ribu delapan ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah).

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

LPKA Bandung Kini Ditumbuhi Jamur Tiram

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:05 WIB

Pemkot Bandung Gelar Sayembara Fasilitas Olah Sampah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:20 WIB
X