• Senin, 15 Agustus 2022

Jangan Takut Laporkan Kekerasan Anak ke DP3A

- Kamis, 16 Juni 2022 | 22:59 WIB
dr. Rita Verita Sri Hasniarty, Kepala DP3A Kota Bandung.
dr. Rita Verita Sri Hasniarty, Kepala DP3A Kota Bandung.

Bandung, Zonabandung.com,- Kekerasan kerap identik dengan penyerangan fisik. Namun, ternyata kekerasan pun bisa muncul dari verbal. Bahkan, kekerasan verbal yang masuk pada ranah kekerasan psikis, menjadi kategori tertinggi dalam kasus kekerasan anak di sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), dr. Rita Verita Sri Hasniarty, Kamis, 16 Juni 2022.

"Dari tahun 2019-2021, terdata 40 klien kekerasan anak di sekolah yang sudah kita tangani. Namun, pasti ada kasus yang tidak terlaporkan ke kita," ujar Rita.

Baca Juga: Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar Akselerasi Penetapan Lokasi Exit Tol Gedebage

Untuk menekan angka kasus kekerasan anak di sekolah, DP3A bersama 75 sekolah jenjang SMP di Kota Bandung melakukan simulasi bedah kasus.

Sebab, aku Rita, masih banyak orang yang menganggap biasa kasus kekerasan anak berupa verbal. Sehingga, tindakan tersebut tak segera dilaporkan, bahkan tak ditangani. Bahkan, kategori kasus tertinggi kekerasan anak di sekolah adalah kekerasan psikis.

"Bisa jadi ternyata selama ini dianggap biasa, tapi sebenarnya masuk dalam kekerasan anak. Anak ini kan secara spontan mengeluarkan perkataan yang dapat menyebabkan sakit hati, ini termasuk bullying," katanya.

"Sehingga temannya sakit hati dan akhirnya tidak mau ke sekolah, takut ketemu temannya itu," paparnya.

Maka dari itu, DP3A bersama 75 sekolah ini berkomitmen untuk melawan kasus kekerasan anak di sekolah.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Kejari Kota Bandung Rehab Dua Pengguna Narkoba

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:34 WIB
X