• Minggu, 2 Oktober 2022

Percepatan Penurunan Stunting Hingga 14 Persen, 2.000 Bidan Ikuti Edukasi Gizi YAICI

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:32 WIB

Bandung, Zonabandung.com - Sebanyak lebih dari 2.000 bidan mengikuti Penguatan Peran Edukasi Bidan Untuk Masyarakat dalam Rangka Mencegah Terjadinya Gizi Buruk.

Edukasi tersebut merupakan bagian dari program kemitraan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Barat dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting hingga 14% yang menjadi prioritas pemerintah di tahun 2024.

Edukasi dilakukan dalam bentuk Seminar Nasional secara hybrid di Bandung, Jawa Barat pada 8 Agustus 2022.

Status kesehatan Indonesia saat ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan, dari tingginya penyakit tidak menular dan masih belum teratasinya penyakit menular.

Ditambah lagi Indonesia mengalami masalah dengan gizi terutama gizi kurang atau stunting dan gizi lebih atau obesitas. Dan berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%.

Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14%. Sementara Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada balita sebanyak 3,8% dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8%, upaya diarahkan untuk mempertahankan obesitas tidak naik.

Ketua harian YAICI, Arif Hidayat mengatakan, upaya-upaya pencegahan stunting berupa edukasi gizi yang menyasar langsung ke masyarakat perlu terus menerus di lakukan.

"Bidan adalah profesi yang dekat dengan masyarakat, sudah sepatutnya memberikan edukasi gizi yang tepat kepada masyarakat. Bidan sebagai tenaga kesehatan yang banyak membantu persalinan, tentu juga sangat dekat dengan masa 1000 HPK," jelas Arif.

Lebih lanjut Arif berharap bidan dapat memberikan informasi-informasi yang tepat kepada para ibu.

"Memastikan pemenuhan kebutuhan gizi ibu saat hamil, memastikan inisiasi menyusui dini, pemberian ASI hingga pada saat MPASI nanti. Disini juga penting, saat anak mulai dikenalkan dengan makanan lain selain ASI, bidan harus menginformasikan apa saja yang bolah dan tidak boleh. Jangan sampai bidan membiarkan masyarakat menambahkan susu jenis kental manis dalam menu MPASI, atau memberikan susu jenis kental manis sebagai minuman susu untuk balita," jelas Arif Hidayat.

Halaman:

Editor: Shelly Sillviana Dahlia

Tags

Terkini

Genjot Investasi UMKM, Pemkot Bandung Permudah Perizinan

Jumat, 30 September 2022 | 23:15 WIB

Pemkot Bandung Prioritaskan Honorer K2 Jadi P3K

Rabu, 28 September 2022 | 21:55 WIB

Rancasari Panen Raya 7 Ton Beras dari IP 400

Senin, 26 September 2022 | 22:13 WIB

Achmad Nugraha Ingin Mafia Tanah Diberantas

Senin, 26 September 2022 | 21:59 WIB
X