• Senin, 29 November 2021

Meski Covid-19 Terus Melandai, Pemkot Bandung Tetap Terapkan Prokes Ketat

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 23:29 WIB
Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial usai menggelar rapat terbatas evaluasi penanganan Covid-19 di Balai Kota Bandung, Jumat, 1 Oktober 2021.
Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial usai menggelar rapat terbatas evaluasi penanganan Covid-19 di Balai Kota Bandung, Jumat, 1 Oktober 2021.

Bandung, Zonabandung.com,- Meski kasus Covid-19 terus melandai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap berhati-hati dalam memberikan relaksasi. Hal tersebut berkaitan dengan pengendalian dan penanganan Covid-19 yang tidak mengendur.

pelonggaran lebih luas akan diberikan pada sektor paiwisata. Pihaknya juga akan mencoba membuka museum-museum yang ada di Kota Bandung. Meski begitu protokol kesehatan terkait prosedur pelaksanaan operasional harus ketat. Sebab, enggan kecolongan kasus positif aktif kembali meningkat akibat pengawasan yang kurang ketat di sektor pariwisata.

Hal itu diungkapkan Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial usai menggelar rapat terbatas evaluasi penanganan Covid-19 di Balai Kota Bandung, Jumat, 1 Oktober 2021.

‘Ada beberapa hal kita berikan relaksasi. Barang kali uji coba perluasan tempat wisata. Insyaallah dengan prinsip kehati-hatian dan memperketat prokes,’ ucap Oded.

Baca Juga: bank bjb Gencarkan Program Satu Rekening Satu Pelajar dan Vaksinasi

Oded menuturkan, sejumlah pembatasan tetap diberlakukan yang disesuaikan antara Instruksi Menteri Dalam Negri (Inmendagri) dengan kondisi Kota Bandung. Seperti pelaksanaan 'meetings, incentives, conferences, and exhibitions' (MICE), lalu pernikahan yang hanya boleh dihadiri 20 orang per sesi.

‘Pernikahan juga harus ada rekomendasi dari satgas, karena ini demi kehati-hatian. Museum juga akan beri relaksasi. Kemudian kapasitas MICE tetap dibatasi,’ ujarnya.

Menurut Oded, kebijakan pengaturan lalu lintas juga akan tetap diberlakukan di Kota Bandung. Sebab, dari hasil laporan dari kepolisian, penerapan ganjil genap cukup mampu menekan volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung.

Oded menyatakan, Untuk pelaksanaan konser secara terbuka di Kota Bandung masih riskan. Sebab, hasil kajian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menunjukan konser tetap berpotensi besar menjadi sumber klaster penyebaran Covid-19.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Diono Susilo: Nakes Pahlawan Masa Kini

Rabu, 10 November 2021 | 19:08 WIB

Pemkot Bandung Terus Gencarkan Prokes dan Vaksinasi

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:20 WIB
X