• Senin, 29 November 2021

Bukan Bulying, Penyiraman Air Got Napi Lapas Pontianak Murni Nazar

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:28 WIB
Ersa Bagus Pratama Putra alias Boy.
Ersa Bagus Pratama Putra alias Boy.

Pontianak, Zonabandung.com,- Pasca viralnya video penyiraman narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak di media massa, jajaran Pemasyarakatan segera menyelidiki hal tersebut. Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan narapidana, diketahui bahwa penyiraman dengan air got tersebut merupakan nazar yang diucapkan narapidana atas nama Ersa Bagus Pratama Putra alias Boy setelah turunnya kasasi dengan perubahan putusan dari hukuman mati menjadi pidana penjara selama 18 tahun, ujar Dirkamtib Ditjenpas, Abdul Aris kepada zonabandung.com, Selasa petang, 19 Oktober 2021.

Sementara itu, Kalapas Pontianak, Farhan Hidayat mengatakan Penyiraman narapidana dengan air got yang viral di media massa itu murni keinginan dari narapidana yang bersangkutan bersama teman-temannya. Serta kami pastikan sekali lagi bahwa sama sekali tidak ada unsur bullying,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada wartawan zonabandung.com, Selasa, 19 Oktober 2021.

Farhan mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan para narapidana yang terlibat, hal tersebut merupakan keinginan sendiri yang dianggap untuk membuang sial atau apes dan telah menjadi tradisi manakala upaya hukum yang dilakukan narapidana berhasil.

Baca Juga: Kalapas Perempuan Jakarta Berikan Pengarahan Kepada Napi Usai Jalani Mapenaling

'Jadi intinya tidak ada paksaan dari siapapun apalagi seperti yang disangkakan adanya bullying. Meskipun demikian kami melakukan tindak lanjut dengan menempatkan mereka di blok isolasi dan menyita ponsel yang dilakukan untuk melakukan perekaman,' tambah Farhan.

Sementara itu Esra, narapidana yang awalnya diduga sebagai korban bullying, menyatakan bahwa penyiraman tersebut dilakukan diri sendiri yang dibantu oleh rekan-rekannya di Lapas Pontianak. Senada dengan diungkapkan Kepala Lapas Pontianak, ia dan teman-temannya melakukan hal tersebut setelah disetujuinya permohonan kasasi serta  tradisi untuk buang sial atau apes, terang Farhan.

Editor: Ramdan ZB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Petugas Vaksinator Datangi Warga Untuk Divaksin

Jumat, 12 November 2021 | 16:01 WIB

GRANAT DIY Dukung Program Kemenkumham Lapas Bersinar

Kamis, 11 November 2021 | 11:57 WIB
X