Kanwil Kumham Papua Barat Lakukan Koordinasi Terkait RJ Dengan Kejati dan MRPB

- Jumat, 11 November 2022 | 19:25 WIB
Kanwil Kemenkumham Papua Barat lakukan koordinasi terkait Restorative Justice (RJ) ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan MRPB, Jumat (11/11/2022).
Kanwil Kemenkumham Papua Barat lakukan koordinasi terkait Restorative Justice (RJ) ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan MRPB, Jumat (11/11/2022).

Manokwari, Zonabandung.com,- Dalam rangka persiapan penandatanganan MoU Restorative Justice, Tim Efektif Proyek Perubahan Strategi Kolaboratif Restorative Justice (RJ) Kumham Papua Barat melakukan koordinasi ke Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Kantor Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Jumat, 11 Nopember 2022.

Pada kesempatan tersebut tim disambut langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Juniman Hutagaol dan Ketua MRPB, Maxsi N Ahoren di ruang kerjanya.

 Kakanwil Kumham Papua Barat, Taufiqurrakhman mengatakan Koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya terkait proyek perubahan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat tentang Strategi Kolaboratif Sebagai Upaya Optimalisasi Restorative Justice (RJ).

Baca Juga: SMSI Aceh Kutuk Ancaman Pembunuhan Terhadap Jurnalis

Tim Efektif mewakili Kepala Kantor Wilayah dipimpin oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan selaku Koordinator Pokja Hubungan antar Lembaga dan Public Relation.

Kadiv PAS menyampaikan draft MoU (Nota Kesepahaman) antara Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat dengan Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kepala Pengadilan Tinggi Jayapura, Kepala BNNP Papua Barat dan Ketua Majelis Rakyat Papua Barat.

MoU tersebut  berisi kesepakatan para pihak untuk mendorong penerapan restorative justice bagi tersangka/pelaku dewasa, yakni penyelesaian perkara di luar persidangan, ujar Taufiq sapaan akrab Kakanwil Papua Barat.

Kata Taufiq, strategi ini dinilai efektif untuk mengatasi masalah Over Crowded di Lapas dan Rutan serta penguatan terhadap semangat Penyelesaian permasalahan hukum pidana yang tidak melulu harus dengan pemidanaan.

Melalui strategi ini diharapkan meningkatnya putusan pemidanaan Alternatif, Penerapan RJ yang menyeluruh melibatkan semua APH dan juga meningkatkan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) di Bapas, jelas Taufiq.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

X