• Rabu, 7 Desember 2022

Tiga Terdakwa Korupsi Revitalisai Pasar Leles Garut Dituntut Hukuman Panjara

- Senin, 6 September 2021 | 19:30 WIB
Saat berlangsung persidangan Pasar Leles, Garut
Saat berlangsung persidangan Pasar Leles, Garut

Bandung, Zonabandung.com,- Tim jaksa penuntut umum Kejati Jabar menuntut tiga orang terdakwa korupsi revitalisasi Pasar Leles,Kabupaten Garut yakni; Ali RIzki Alkatiri, (Swasta) dituntut selama 2 tahun hukuman penjara, denda 100 juta. Subsidair 3 bulan kurungan serta dihukum membayar uang pengganti senilai Rp.233 juta. Jika tidak dibayar ditambah hukuman selama 1 tahun.

Terdakwa Ratih Nisya Nafisyah (swasta) dituntut selama 3,5 tahun penjara. Denda Rp.100 juta subsidair 3 bulan kurungan. Dan dihukum untuk membayar uang penganti senilai Rp.1 miliar, jika tidak dibayar hukuman ditambah selama 2 tahun.

Sementara Fahrevi Firdaus yang merupakan ASN dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Garut dituntut selama 1,5 tahun. Denda Rp.100 juta, subsidair 3 bulan kurungan.

Tuntutan itu, dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum, Darwis dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Denny Arsan di Pengadilan Tipikor Bandung,pada Senin 6 September 2021.

Ketiganya dinyatakan telah terbukti melakukan korupsi sebagai mana dakwaan Subsidair 0Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam uraian tuntutan JPU perbuatan yang dilakukan para terdakwa berawal saat Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Pemkab Garut pada 2018 menganggarkan Rp 30 miliar untuk revitalisasi Pasar Leles.

Panitia kemudian melelangkan proyek itu pada Maret 2019 namun gagal karena tidak ada peserta yang lolos kualifikasi. Lelang kemudian diulang hingga tiga kali namun juga gagal.

Kemudian sejak Juli 2018, kembali dilelanng namun hanya untuk pekerjaan struktur dan pembuatan pasar darurat dengan anggaran Rp 16,4 miliar. Terdakwa Ratih Nisya Nafisyah Direktur CV. Turus ( CV.Trs), dengan bidang perusahaan pengadaan barang dan jasa berminat mengikuti lelang pekerjan itu. Namun, perusahaan milik Rati Nisya Nafisyah tidak punya kualifikasi. Sehingga mengajak terdakwa Ali Rizki Alkatiri yang tidak punya perusahaan untuk kerjasama ikut lelang.

Kemudian keduanya bersepakat meminjam perusahaan PT. Uno Tanoh Seuramo ( PT.UTS) yang memenuhi kualifikasi lelang dengan mekanisme pemberian kuasa direksi dari PT. UTS kepada terdakwa Ali. Setelah dapat pinjaman perusahaan, mereka ikut lelang hingga memenangkan lelang.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Kejari Kabupaten Bandung Tahan Kades Mekarwangi

Kamis, 24 November 2022 | 20:22 WIB

Doni Salmanan Dituntut 13 Tahun Hukuman Penjara

Rabu, 16 November 2022 | 19:29 WIB

Sidang Lanjutan Doni Salmanan Kembali Digelar

Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:21 WIB
X