• Minggu, 23 Januari 2022

Dua Tersangka Korupsi RTH Indramayu Senilai Rp2 Miliar Ditahan Kejati Jabar

- Senin, 4 Oktober 2021 | 21:22 WIB
Dua tersangka dugaan korupsi RTH alun-alun Indramayu.
Dua tersangka dugaan korupsi RTH alun-alun Indramayu.

Bandung, Zonabandung.com,- Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, melakukan penahanan terhadap dua orang Tersangka dugaan korupsi penataan ruang terbuka hijau (RTH) kawasan taman alun-alun Kabupaten Indramayu.

Kedua tersangka tersebut merupakan pihak swasta pelaksana kegiatan RTH Kawasan alun-alun tersebut.

Kasi Penkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil melalui siaran persnya yang diterima Zonabandung pada pada Senin 4 okteber 2021, menyebutkan, tersangka inisial P.P.P, ditahan penyidik berdasarkan Surat Perintah Penahanan T-2 Nomor : Print-993/M.2/Fd.1/10/2021 tanggal 04 Oktober 2021. Sedangkan untuk tersangka inisial N berdasarkan,Surat Perintah Penahanan  T-2 Nomor : Print-994/M.2/Fd.1/10/2021 tanggal 04 Oktober 2021.

‘Selanjutnya terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan pada Tingkat Penyidikan selama 20 (dua puluh) hari kedepan terhitung mulai tanggal 04 Oktober 2021 s/d 23 Oktober 2021 yang dititipkan di Rutan Polrestabes Bandung,’ ujar Dodi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Diperiksa Sebagai Saksi Dalam SidangTerdakwa Ade Barkah Dan Siti Aisyah

Lebih lanjut Dodi menyebutkan perbuatan yang dilakukan para tersangka berawal pada TA 2019 Kabupaten Indramayu mendapat bantuan dari Propinsi Jawa Barat untuk Kegiatan Pelaksanaan Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Taman Alun-Alun Kabupaten Indramayu sesuai dengan DPPA SKPD pada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu sebesar Rp. 15.000.000,-000,-  (lima belas milyar rupiah)  terdiri dari 3 pagu anggaan: Konsultan Perencanaan, Konsultan Pengawas dan Pelaksana.

‘Didalam anggaran tersebut untuk jasa konsultan perencana dan konsultan pengawas telah terjadi pinjam bendera dimana tersangka N meminjam bendera dan hal  tersebut diketahui oleh  Tersangka B.S.M selaku PPK’, jelas Dodi.

‘Anggaran untuk jasa konsultan  perencana dan pengawas telah di bagi  oleh tersangka N kepada tersangka B.S.M, tersangka S selaku PA (Kepala Dinas).

Dalam pelaksanaan fisik pekerjaan setelah habis kontrak tersangka S selaku PA Kepala Dinas telah memanipulasi data seolah-olah pekerjaan fisik sudah 100 % agar dijadikan  pengakuan hutang kepada pihak kontraktor.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

X