• Senin, 5 Desember 2022

Penasihat Hukum: Tuntutan Terhadap Bupati KBB NonAktif Aa Umbara Kesampingkan Fakta Persidangan

- Senin, 25 Oktober 2021 | 22:09 WIB
Sidang tuntutan terhadap Bupati KBB NonAktif Aa Umbara
Sidang tuntutan terhadap Bupati KBB NonAktif Aa Umbara

Bandung, Zonabandung.com,- Tuntutan Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna selama 7 tahun hukuman penjara. Dinilai Tim  Penasihat Hukum,Rizky Rizgantara,SH., selaku penasihat hukum Aa Umbara dan Andri Wibawa, terlalu berat.

'Kami pada prinsipnya menghormati tuntutan Jaksa. Tapi kami menilai dan berpandangan banyak fakta persidangan yang lahir dari keterangan saksi, bukti surat, ahli yang dikesampingkan oleh Jaksa,’ kata Rizky usai sidang di PN Bandung, Senin 25 Oktober 2021.

Rizky mencontohkan, Jaksa masih berpandangan adanya kesepakatan (fee) enam persen di awal sebelum Pa Totoh melaksanakan pengadaan. Nah itu kan dalam fakta persidangan tidak ada tergambarkan, sebelum pak Totoh melaksanakan pengadaan adanya kesepakatan enam persen.

Baca Juga: Bupati KBB NonAktif, Aa Umbara Dituntut 7 Tahun dan Dicabut Hak Politiknya Selama 5 Tahun

Menurut Rizky Jaksa mengandalkan dan berpegangan pada hasil sadapan Yusuf dan Pak Totoh, nah Yusuf sendiri menerangkan dia meluruskan BAP dia tentang dia kemungkinan ada fee enam persen untuk Bupati, dia kan bilang itu hanya akal-akalan pak Totoh. Bahkan Pak Totoh juga bilang saat diperiksa sebagai saksi mahkota bahwa itu cara dia, akal-akalan dia', jelas Rizky.

Rizky Rizgantara,SH.

Kemudian lanjut Rizky, waktu saksi meringankan, saksi Dadan dia kan bawa bon, memperlihatkan bon saat persidangan. Bon itu didapat dari Pak Bupati yang bilang simpan catatan bon Bapak. Nah Jaksa tadi menilai bon itu tidak ada hubungannya dengan hukum karena yang tertera di sana cap-nya itu bukan cap Pak Totoh, betul Pak Totoh juga sudah memberikan keterangan bahwa bon itu memang dari Pak Totoh, terus kenapa namanya bukan Jagat Dirgantara karena bon itu toko di mana Pak Totoh ngambil bahan sembako yang kemudian dijual ke Pak Umbara,' ujarnya.

Rizky mengatakan, dalam persidangan  Pak Totoh bilang tidak ada kesepakatan enam persen dan tidak ada 3.300 paket, 500 paket yang diserahkan cuma-cuma. Bahkan  ada bukti pembayaran dari Pak Umbara ke Pak Totoh. 'Nah sekarang secara logika saja, Pak Totoh diduga memberikn gratifikasi 1,9 miliar ke Pak Umbara (Aa Umbara), enam persen dari keuntungan dia. Sedangkan dalam persidangan keuntungan Pak Totoh hanya Rp990 juta, ini kan itu gimana? 'Ujar Rizky.

'Kemudian mengenai  gratifikasi dari pengusaha Agung Maryanto, yang terbukti Rp 550 juta. Itu kan saksi bilang bahwa pemberian dan investasi ke anak Pak Bupati tidak berkaitan dengan proyek yang dia dapat. Karena proyek yang dia dapat ikutin tahapan lelang secara normatif,' jelas Rizky.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Kabupaten Bandung Tahan Kades Mekarwangi

Kamis, 24 November 2022 | 20:22 WIB

Doni Salmanan Dituntut 13 Tahun Hukuman Penjara

Rabu, 16 November 2022 | 19:29 WIB

Sidang Lanjutan Doni Salmanan Kembali Digelar

Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:21 WIB
X