• Kamis, 19 Mei 2022

Kalapas Perempuan Jakarta Ikuti Rakor Penyusunan Resiko Pengawasan Orang Asing

- Kamis, 11 November 2021 | 15:00 WIB
Kalapas Perempuan Kelas IIA Jakarta saat mengikuti Rapat Koordinasi Penyusunan Manajemen Risiko Pengawasan Orang Asing.
Kalapas Perempuan Kelas IIA Jakarta saat mengikuti Rapat Koordinasi Penyusunan Manajemen Risiko Pengawasan Orang Asing.

Jakarta, Zonabandung.com - Kalapas Perempuan Kelas IIA Jakarta, Herlin Candrawati mengikuti Rapat Koordinasi Penyusunan Manajemen Risiko Pengawasan Orang Asing.

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta itu diadakan di Java Ballroom Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Kamis, 11 Nopember 2021..

Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun mengatakan Manajemen risiko merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk meminimalkan bahkan mencegah terjadinya risiko. Di dalamnya terdapat kegiatan identifikasi, perencanaan, strategi, tindakan, pengawasan dan evaluasi terhadap hal-hal negatif yang kemungkinan akan menimpa instansi.

Baca Juga: Sidang Kasus Pengrusakan, Pelapor Sayangkan Hakim Berkata Kasar Terhadap Saksi

Dalam pencapaian tujuan organisasi terdapat banyak kemungkinan yang terjadi yang dapat mengakibatkan tujuan tidak dapat tercapai sesuai yang diharapkan, untuk itu diperlukan manajemen risiko yang tepat,' tutur Ibnu.

Acara tersebut diisi oleh narasumber ahli, Koordinator Pengawasan Bidang IPP BPKP Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Lisa Parlina E. Wati, Inspektur Wilayah III Kemenkumham RI, dan Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal.

Pada kegiatan itu, Kalapas Perempuan Jakarta, Herlin didampingi satu orang pegawai yang nantinya akan merancang manajemen risiko yang ada di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta.

Sesuai arahan kakanwil, setiap satuan Kerja mampu menyajikan dan melaporkan implementasi risiko sesuai dengan ketentuan, ujar Herlin.

kegiatan yang berlangsung dari tanggal 11 Nopember hingga 12 Nopember 2021 itu dihadiri oleh seluruh Pimpinan Tinggi Pratama Kanwil DKI dan melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Divisi Keimigrasian, Divisi Pemasyarakatan dan BHP Jakarta, jelas Herlin.

Halaman:

Editor: Topan Hariman

Tags

Terkini

X