• Senin, 15 Agustus 2022

Didakwa Terima Suap Rp 10 M, Walkot Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi Disidangkan

- Senin, 30 Mei 2022 | 15:01 WIB
Sidang Wali Kota Bekasi Nonakrif Rahmat Effendi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung Senin (30/5/2022).
Sidang Wali Kota Bekasi Nonakrif Rahmat Effendi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung Senin (30/5/2022).

Bandung, Zonabandung.com,- Wali Kota Bekasi Nonakrif Rahmat Effendi didakwa menerima uang hingga Rp 10 miliar. Uang tersebut diterima Rahmat Effendi berkaitan dengan pengurusan tanah di Bekasi.

Hal itu terungkap dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Senin, 30 Mei 2022.

Penuntut Umum KPK dalam dakwaannya menyebut bahwa terdakwa Rahmat Effendi sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, menerima hadiah atau janji yaitu menerima hadiah berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp 10.450.000.000," ucap Jaksa penuntut umum (JPU) KPK saat membacakan dakwaannya.

Baca Juga: Fokus Berantas Korupsi, Ketua KPK Firli Bahuri Tanggapi Dingin Munculnya Berbagai Dukungan Pilpres

Lebih lanjut JPU KPK menyebutkan duit tersebut didapat oleh Rahmat Effendi dari beberapa orang yakitu, Lai Bui Min sebesar Rp 4,1 miliar, Makhfud Rp 3 miliar dan Suryadi Mulya sebesar Rp 3,3 miliar lebih.

"Uang itu diberikan diketahui atau patut diduga merupakan hadiah atau janji untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya," tutur Penuntut Umum KPK.

Dalam melakukan perbuatannya, Rahmat Effendi bersekongkol dengan Jumhana Luthfi Amin. Mereka melakukan perbuatan pengurusan agar Pemkot Bekasi membeli lahan Lai Bui Min di Jalan Bambu Kuning Selatan, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi seluas 14.392 meter persegi.

"(Lahan) itu terkait pengadaan lahan untuk kepentingan pembangunan Polder 202 oleh Pemkot Bekasi," tuturnya.

Rahmat Effendi juga bersama Jumhana Luthfi Amin serta Wahyudin melakukan pengurusan ganti rugi lahan milik keluarga Makhfud Saifuddin yang telah dibangun SDN Rawalumbu I dan VIII yang terletak di Jalan Siliwangi/Narogong, Kota Bekasi seluas 2.844 meter persegi.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Ketum GMBI Divonis 6 Bulan Penjara

Rabu, 27 Juli 2022 | 22:44 WIB
X