• Minggu, 2 Oktober 2022

Dirkimrus Polda Jabar Bongkar Sindikat Penyalahgunaan LPG Bersubsidi

- Senin, 25 Juli 2022 | 18:08 WIB
Direktorat Kriminal Khusus (Dirkimrus) Polda Jabar bongkar sindikat penyalahgunaan LPG bersubsidi se- Jawa Barat.
Direktorat Kriminal Khusus (Dirkimrus) Polda Jabar bongkar sindikat penyalahgunaan LPG bersubsidi se- Jawa Barat.

Bandung, Zonabandung.com, - Direktorat Kriminal Khusus (Dirkimrus) Polda Jabar bongkar sindikat penyalah gunaan pengangkutan dan Liquefied Ptroleum Gas (LPG) subsidi se- Jawa Barat. Selain mengamankan 11 tersangka dan barang bukti juga berhasil menyelamatkan uang miliaran rupiah dan ribuan nyawa warga Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbesi, Kabupaten Subang.

Menurut Direktur Kriminal khusus Kombes Pol. Arief Ramdhani, modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku, yaitu membelokan mobil tanki pengangkut LPG bersubidi tersebut ke lokasi penampungan di Jl. Raya Pantura, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbesi, Kabupaten Subang.

Sementara aksi kejahatan koleksitas tersebut terbongkar, berawal saat unit 1 Subdit 1 Indag melakukan monitoring ke wilayah Kecamatan Patokbesi, Kab. Subang, sebagai tindaklanjut adanya laporan masyarakat, Jumat (15/07/2022).

Baca Juga: PUSSANSIAD TNI AD dan SMSI Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyebaran Informasi

“Di lokasi kami melihat seorang yang mencurigakan tengah menjaga gerbang yang telah digembok. Saat dimintai keterangan terlihat gugup dan ketika diminta membuka gerbang, di dalam didapati sedang ada pemindahan LPG dari Skid Tank No Pol B 9154 UWX, ke dalam tanki duduk berukuran 8.500 Kg untuk kemudian dipindahkan kembali kedalam tabung LPG berukuran 50 kg,” jelas Arief, dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Senin 25 Juli 2022.

Selain mengamankan tersangka petugas juga berinisial TAJ, dari lokasi tersebut, petugas juga mengamankan tersangka lainnya berinisial M yang bertugas sebagai pekerja bongkar muat.

“Dari hasil pengembangan kasus tersebut, kami berhasil menambah 9 pelaku lainnya, sehingga jumlah tersangka menjadi 11 orang. Mereka masing-masing berinisial, TAJ, M, DS, AA, HRD, LK, FY, N, UIE, WM dan TS,” jelasnya.

Dari 11 tersangka tersebut mempunyai tugas dan peran masing-masing, selain itu melibatkan Elpindo Reksa (ER) dan operator SPBE. Komplotan tersebut telah melakukan aksinya sebanyak 4 kali sejak bulan Mei-Juni 2022. Sehingga kerugian yang ditimbulkan akibat aksi kejahatan komplotan HRD tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Kalau dikumulatifkan mencapai miliaran rupiah. Dan yang paling ngeri lagi jika terjadi musibah ledakan, karena tanki yang disediakan tidak sesuai standar. Bisa kita bayangkan gas LPG 3 Kg saja ketika meledak bisa meluluhlantakan rumah. Apalagi ini jumlahnya mencapai ribuan kilo. Alhamdulillah seblum hal ini terjadi bisa kita amankan,” papar Arief.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Sidang Kasus Narkotika Satu Ton Sabu Hadirkan 10 Saksi

Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:40 WIB
X