• Rabu, 7 Desember 2022

Sidang Bupati Bogor Nonaktif, PH Menemukan Fakta Baru Dugaan Pemerasan

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:44 WIB
Sidang lanjutan dugaan suap auditor BPK RI Perwakilan Jabar dengan terdakwa Bupati nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (10/8/2022).
Sidang lanjutan dugaan suap auditor BPK RI Perwakilan Jabar dengan terdakwa Bupati nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (10/8/2022).

'Tadi kita dengarkan pernyataan dari saksi-saksi yang memang disuruh Pak Adam. Ternyata pak Adam dalam kegelisahan yang luar biasa, beliau sangat tertekan dengan permintaan daripada BPK tersebut.' Ujar Dina.

'Jadi itu yang menarik bagi saya, walaupun tidak ada hubungannya dengan klien kami Ade Yasin bahwa kebenaran ini harus dibuka karena patut diduga adalah pemerasan terhadap SKPD ataupun kepada orang yang memberikan uang, itu kita dengarkan dari keterangan keenam orang saksi tadi, mereka sampai menggunakan uang pribadi dan mereka memberikan itu dengan keadaan berat hati, itu kuncinya.' Jelas Dina.

'Jadi uang yang diminta itu atas permintaan dari BPK dan itu spontanitas, jadi artinya tidak pernah disepakati dari awal. Artinya setiap BPK meminta pak Adam mengumpulkan staff nya akhirnya dia mengutarakan kegelisahan dan yang dia rasakan karena permintaan BPK, staf-staf dia karena ikut merasa penderitaan, maka mereka patungan. Coba bayangin dari UPT-UPT mereka patungan sejuta, sejuta, sejuta sudah kaya kaleng.' Parpar Dinalara Butar Butar.

'Artinya disini kita lihat bahwa PUPR juga merasakan beban yang sangat berat dari permintaan BPK. Jadi sekarang saya baru paham ternyata pak Adam cs itu ternyata tertekan memberikan itu patut diduga semua itu karena pemerasan.' Katanya.

Terkait dengan ancaman pemerasannya gimana Dinalara belum bisa menjawab. 'Nanti kita tunggu penjelasan pak Adam saat beliau menjadi saksi, tapi setidak-tidaknya pak Adam mengungkapkan kegelisahannya kepada staf nya. Sehingga semua staf pada berpartisipasi. Kabid 4 juta misalnya subcon nya 2 juta, artinya ini tidak ada kesepakatan tapi spontanitas.

Diminta hari ini 100 juta mereka kumpulin, minta 15 juta mereka kumpulin, minta 50 juta mereka kumpulin. Tidak ada kesepakatan dari awal, bagaimana mungkin ada perintah, karena itu adalah spontanitas. Jadi Kaitannya dengan Bu Ade Yasin apa?

'Pak kadis aja tidak tahu, apalagi bupati. Dan tadi para saksi menjelaskan, mereka mengumpulkan itu spontanitas dengan kegelisahan hati dari pak Maulana Adam karena ada permintaan dari BPK.Total uangnya,tadi dipersidangan kan ada yang 10 juta, ada 35 juta, ada 50 juta, ada 200 juta ada 110 juta.' Tegas Dinalara.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Kejari Kabupaten Bandung Tahan Kades Mekarwangi

Kamis, 24 November 2022 | 20:22 WIB

Doni Salmanan Dituntut 13 Tahun Hukuman Penjara

Rabu, 16 November 2022 | 19:29 WIB

Sidang Lanjutan Doni Salmanan Kembali Digelar

Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:21 WIB
X