Dua Ahli Dihadirkan Dalam Sidang Ade Yasin Bupati Bogor Nonaktif

- Senin, 29 Agustus 2022 | 19:24 WIB
Sidangan lanjutan kasus BPK Jabar yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin kembali digelar di PN Tipikor Bandung hadirkan dua ahli, Senin (29/8/2022).
Sidangan lanjutan kasus BPK Jabar yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin kembali digelar di PN Tipikor Bandung hadirkan dua ahli, Senin (29/8/2022).

Pasalnya, BPK memberi peluang kepada institusi yang diperiksa untuk memperbaiki laporan keuangan jika terdapat temuan-temuan di lapangan oleh auditor BPK.

"Prinsipnya harus mengefektifkan pelaksanaan Undang-Undang. Kalau pertemuan-pertemuan tadi ini harus dalam rangka mengefektifkan hasil-hasil dari auditor tadi," terang Wiryawan.

Sementara itu pada sidang ini,kuasa hukum Ade Yasin juga menghadirkan ahli yakni Arsan Latif, yang merupakan Inspektur IV Itjen Kemendagri.

Pria kelahiran Ujungpandang dalam keterangannya menyebutkan bahwa perbaikan laporan keuangan merupakan kewajiban bagi institusi pemerintah setelah melalui proses pemeriksaan oleh BPK RI.

'Jika kepala daerah tidak memperbaiki kewajibannya (temuan BPK), ini malah menjadi pertanyaan," kata Arsan.

Selain itu Arsan juga menolak mengaitkan motif suap sebagai upaya memperoleh opini WTP sehingga mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID). Opini WTP dan dana DID merupakan dua hal yang berbeda. Opini WTP akan dicapai dserah jika melaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana dan dilaporkan secara baik. 

Sementara dana DID merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang diperoleh daerah sebagai kepatuhan melaksanakan tugas tugasnya.

"Setau saya WTP itu bagian kecil saja untuk mendapatkan DID ini," ujarnya.

Sidang yang dipimpin oleh ketua hakim Hera Kartiningsih ini digelar dua kali dalam seminggu dan pada sidang  sebelumnya sudah menghadirkan 39 saksi dari Jaksa KPK, untuk  empat terdakwa, yakni Ade Yasin, Kasubid Kasda BPKAD Ihsan Ayatullah, Sekretaris Dinas PUPR Adam Maulana, serta PPK Dinas PUPR Rizki Tufik Hidayat.

Pada sidang sebelumnya, auditor BPK Anthon Merdiansyah saat menjadi saksi Jaksa KPK membantah adanya pengkondisian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan Ade Yasin.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

X