• Kamis, 29 September 2022

Kuasa Hukum Sesalkan KP2LN Akan Lelang Rumah dan Kantor yang Masih Berproses Hukum Di PN Bandung

- Rabu, 7 September 2022 | 20:34 WIB
Doktor Heri Gunawan,SH.MH. Kuasa Hukum Penggugat Tatan Pria Sudjana.
Doktor Heri Gunawan,SH.MH. Kuasa Hukum Penggugat Tatan Pria Sudjana.

Bandung, Zonabandung.com,- Kuasa hukum Tatan Pria Sudjana, Doktor Heri Gunawan,SH.MH., mengaku keberatan atas langkah Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) yang telah mengumumkan akan melelang kantor dan rumah milik kliennya.

Rumah yang beralamat di Perum Batununggal Jl Batununggal Indah V/63 Mengger Bandung Kidul Kota Bandung diumumkan oleh KP2LN dengan nilai limit lelang Rp 4.273.900.000.

Sedangkan kantor berada di Jalan Terusan Buah Batu No. 40 Batununggal Bandung Kidul Kota Bandung diumumkan KP2LN dengan nilai Rp 18.533.380.000,saat ini masih diuji dalam proses gugatan perdata sehingga seharusnya menunggu hasil putusan pengadilan.

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, Direktur bank bjb Layani Langsung Nasabah

"Ini kan masih dalam proses gugatan di Pengadilan Negeri Bandung (PN Bandug) tapi tiba tiba rumah dan kantor ini diumumkan akan dilelang oleh KP2LN,ujar DR. Heri Gunawan, S.H., M.H., dan Rizky Rizgantara S.H., saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu 7 September 2022 di Pengadilan Negeri Bandung.

Heri Gunawan menjelaskan bahwa perkara ini masih bergulir di PN Bandung, Tatan Pria Sudjana sebagai penggugat terkait adanya pinjaman ke salah satu bank BUMD di Jawa Barat kurang lebih Rp 10 miliar hingga 12 miliar pinjamannya.

'Karena kondisi dalam kedaan Covid-19,  klien kami kesulitan untuk melakukan pembayaran sehingga diminta cicilannya untuk discedul ulang. Dan sebagai itikad baik kliyen kami menitipkan uang senilaj Rp 2 miliar ke bank tersebut,ternyata kata  Heri Gunawan,  bukan discedule tapi malah dilakukan pengalihan piutang (cessie) kepada PT Oke Asset Indonesia, dan uang yang diititipkan Rp 2 miliar itu tidak didebetkan.

"Itulah kami menggugat ke PN Bandung karena ada peralihan hutang yang kami anggap tidak sesuai prosedur dan ada aturan yang dilanggar tidak sesuai dengan standar peralihan hutang,' Jelas Heri Gunawan.

Tragisnya lagi hal tersebut juga, klien kami tidak diberitahu soal peraihan utang tersebut. "Klien kami ujuk ujug ditagih pihak ketiga yang sebelumnya tidak ada hubungan hukum sama sekali," katanya.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Sidang Kasus Narkotika Satu Ton Sabu Hadirkan 10 Saksi

Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:40 WIB
X