• Selasa, 31 Januari 2023

Diduga Korupsi di PT Pos Properti Indonesia Terdakwa Jon Enardi Terancam 20 Tahun Penjara

- Rabu, 2 November 2022 | 16:42 WIB
Sidang korupsi PT Pos Properti Indonesia di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (2/11/2022).
Sidang korupsi PT Pos Properti Indonesia di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (2/11/2022).

Bandung, Zonabandung.com,- Didakwa korupsi senilai Rp.15 miliar di PT Pos Properti Indonesia Jon Enardi,S.H terancam 20 tahun hukuman penjara.

Dalam dakwaan tim jaksa penuntut umum, Arnold Siahaan, yang dibacakan dalam sidang majelis hakim yang diketuai M Syarif pada Rabu 2 Nopember 2022, menyebutkan, terdakwa Jon Enardi,SH., bersama-sama dengan Amir Mahmud Haka (Penuturan terpisah) dan Cese Riyanto, Sri Wikani, selaku Direktur Utama PT. Pos Properti Indonesia, Akhamad Rizani selaku Direktur PT. Pos Properti Indonesia. (yang perkaranya telah diputus oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung).

Perbuatan yang dilakukan terdakwa terjadi dalam tahun 2014 bertempat di Kantor Bank Pembantu Menara JAMSOSTEK di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan.

Baca Juga: Implementasikan Program Desa Digital, bank bjb Tumbuh Bersama Masyarakat Desa

Namun,kata JPU, karena tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada tempat pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung dari pada tempat kedudukan pengadilan negeri yang di dalam daerahnya tindak pidana itu dilakukan di Pengadilan sesuai dengan pasal 84 ayat (2) KUHAP maka terdakwa disidangkan di Tipikor Bandung,' ujar Arnol.

Terdakwa Jon Enardi,SH., dinilai sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan, secara melawan hukum bersama-sama dengan Cece Riyanto, Amir Mahmud Haka, Sri Wikani selaku Direktur Utama PT. Pos Properti Indonesia dan Akhmad Rizani selaku Direktur PT. Pos Properti Indonesia memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan cara menggunakan dana PT. Pos Properti Indonesia untuk memperkaya diri sendiri yaitu;

Terdakwa Jon Enardi, S.H sebesar Rp. 10.200.000.000, (sepuluh milyar dua ratus juta rupiah), memperkaya orang lain yaitu Cece Ruyanto sebesar Rp.p ya  1.750.000.000, (satu milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah), Amir Mahmud Haka sebesar Rp. 1.650.000.000, (satu milyar enam ratus lima puluh juta rupiah), Sri Wikani dan Akhmad Rizani sebesar Rp. 1.400.000.000, (satu milyar empat ratus juta rupiah), serta telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp. 15.000.000.000, (lima belas milyar rupiah) sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam rangka Penghitungan Kerugian Negara Atas Pengelolaan Kas Pada PT. Pos Properti Indonesia Nomor : 68/LHP/XXI/12/2019 tanggal 31 Desember 2019 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya JPU menjeratnya dengan dakwaan Primer Pasa 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman paling berat 20 tahun penjara.

Atas dakwaan tersebut terdakwa melalui penasihat hukumnya akan melakukan eksepsi pada sidang mendatang.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Kejari Kabupaten Bandung Tahan Kades Mekarwangi

Kamis, 24 November 2022 | 20:22 WIB
X