Terbukti Terima Suap, Empat Auditor BPK Di Vonis Hukuman Penjara

- Senin, 16 Januari 2023 | 22:40 WIB
Sidang vonis auditor BPK Jabar yang terbukti terima suap dari mantan Bupati Bogor Ade Yasin di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (16/1/2023).
Sidang vonis auditor BPK Jabar yang terbukti terima suap dari mantan Bupati Bogor Ade Yasin di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (16/1/2023).

Bandung, Zonabandung.com,- Majelis hakim pengadilan tipikor Bandung menyatakan empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama menerima suap dari mantan Bupati Bogor Ade Yasin, terkait perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ke empatnya yakni Anton Merdiansyah, Kepala Subauditorat Jabar III dan tiga pemeriksa di BPK RI Jabar, masing-masing Arko Mulawan, Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah dan Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa.

Ketua majelis hakim Hera Kartiningsih, menjatuhkan vonis berbeda untuk masing-masing terdawa. Pertama, Anton Mardiansyah, Kepala Subauditorat Jabar III divonis 8 tahun hukuman penjara  serta denda Rp. 300 juta.

Baca Juga: Seluruh Petugas Lapas I Medan Ukur Badan Pakaian Dinas Baru Kemenkumham

Sedangkan tiga terdakwa lainnya yakni Arko Mulawan, divonis 5 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta, Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah divonis 5 tahun hukuman penjara dan denda Rp. 200 juta serta Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa divonis 7 tahun penjara denda Rp. 300 juta.

"Para terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan alternatif pertama Pasal 12 huruf a jo Pasal 18. Undang-undang Tipikor. Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana." ujar majelis hakim saat membacakan putusannya, di PN Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung Senin (16/1/2023).

Para terdakwa dianggap bersalah menerima hadiah atau janji berupa uang yang keseluruhannya berjumlah Rp1.935.000.000,00 (satu miliar sembilan ratus tiga puluh lima juta rupiah) dari Ade Yasin melalui Ihsan Ayatullah, Maulana Adam dan Rizki Taufik Hidayat.

Hal yang meringankan dan memberatkan dalam vonis hakim kepada empat terdakwa. Untuk hal meringankan, para terdakwa belum pernah dihukum dan kooperatif selama persidangan.

"Hal yang memberatkan para terdakwa merusak citra BPK, menurunkan kepercayaan masyarakat serta tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi," katanya.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

X