• Rabu, 7 Desember 2022

Tiga Petinggi Sunda Empire Divonis Masing-Masing 2 Tahun Penjara

- Selasa, 27 Oktober 2020 | 12:05 WIB

Bandung, Zonabandung.com -- Tiga Petinggi Kerajaan Sunda Empire divonis masing-masing selama 2 tahun hukuman penjara. Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Tim Jaksa Penuntut Umum, Suharja, yang dalam sidang sebelumnya menuntut para ‎terdakwa, Nasri Bank, Raden Ratna Ningrum dan Ki Ageng Rangga Sasana, masing-masing selama empat  tahun. Sebagaimana dakwaan pertama Pasal 14 ayat (1) Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Vonis tersebut dibacakan ketua Majelis Hakim T. Beny Eko Supriadi di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus, Jalan RE Martadinata kota Bandung, Selasa, 27 Oktober 2020.

Sebelum menjatuhkan amar vonisnya, Majelis Hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan.

"Hal yang memberatkan para terdakwa  tidak mengaku bersalah dan tidak menyesal. Sedangkan yang meringankan, para terdakwa sopan dalam persidangan," ujar Benny.

Dalam uraian vonis Majelis Hakim menyebutkan, para terdakwa yakni; Nasri Bank selaku Perdana Menteri Sunda Empire; Raden Ratna Ningrum selaku Kaisar Sunda Empire dan satu petinggi lain Ki Ageng Rangga Sasana.

-

Telah terbukti melakukan perbuatan secara bersama-sama pada 20 Maret 2019 sampai dengan 27 Desember 2019, bertempat di Hotel Isola Resort Jalan Dr. Setiabudi No. 299 Kota Bandung, melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, perbuatan tersebut dilakukan oleh para terdakwa.

Awalya Nasri Banks membaca sejarah yang tidak jelas sumberya pada tahun 2003 tentang Sunda Empire, dimana menurutnya isteri Nasri Banks RD. Ratnaningrum, BMA, merupakan penerus dari Kaisar ALEXANDRE THE GREAT. Kemudian masih dalam tahun 2003,Nasri Banks kedatangan seseorang yang bemama Mr. Jhonson Low dengan membawa Sertifikat.

Akibat perbuatan mereka menimbulkan keonaran atau kegaduhan dimasyarakat, khususnya masyarakat sunda karena pemberitaan bohong tersebut bagi sebagian masyarakat menganggap benar adanya, sehingga dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong yang terdapat didalam video yang berisi kegiatan atau aktivitas Sunda Empire tersebut, telah menimbulkan keonaran dikalangan masyarakat.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kejari Kabupaten Bandung Tahan Kades Mekarwangi

Kamis, 24 November 2022 | 20:22 WIB

Doni Salmanan Dituntut 13 Tahun Hukuman Penjara

Rabu, 16 November 2022 | 19:29 WIB

Sidang Lanjutan Doni Salmanan Kembali Digelar

Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:21 WIB
X