• Jumat, 30 September 2022

Penggiat Anti Korupsi Meminta Hakim Objektif Dalam Menjatuhkan Vonis Terhadap Dadang Suganda

- Senin, 14 Juni 2021 | 19:09 WIB

Bandung, Zonabandung.com,- Dua Penggiat Anti Korupsi soroti  Tuntutan Penuntut Umun KPK dalam kasus Korupsi pengadaan tanah Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota Bandung. Mereka menilai tuntutan 9 tahun  terhadap Dadang Suganda terlalu berlebihan.

Bidang Investigasi LSM Manggala Garuda Putih, Agus Satria kepada para wartawan menyatakan bahwa tuntutan Penuntut Umum KPK menurutnya terlalu tinggi jika dibandingkan dengan terdakwa lainnya.

"Apalagi status terdakwa ini bukan penyelenggara negara melainkan swasta," katanya di kawasan Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (14/6/2021).

"Dalam kasus RTH ini, Penuntut Umum KPK menuntut hukuman 4 tahun penjara terhadap mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung Herry Nurhayat. Dan dua mantan anggota DPRD Kota Bandung Tomtom Dabul Qomar dan Kadar Slamet dituntut dengan hukuman pidana penjara masing-masing 6 dan 4 tahun.

" Padahal mereka merupakan penyelengara negara. Sementara Dadang Suganda merupakan swasta yang memang profesinya jual beli tanah. Kami pun cukup kebingungan menyikapi perkara RTH ini. Aneh tuntutan kepada terdakwa Dadang Suganda malah lebih tinggi dua kali lipat ketimbang putusan yang diterima oleh penyelenggara negara.

"Padahal dalam kasus korupsi ini, peran penyelenggara negara tentu jauh lebih besar daripada swasta. Kami berharap majelis hakim nanti objektif dalam memutuskan perkara Dadang Suganda ini," terang Agus.

Agus juga berharap Majelis Hakim tidak merasa 'silau' dengan nama besar KPK. Menurut dia, KPK sebagai aparat penegak hukum juga memiliki kekurangan.

"Mudah-mudahan saja hakim dalam memutus perkara nanti tidak silau oleh nama besar KPK. Semoga saja majelis hakim objektif, memutus perkara berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan," tandasnya.

-

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Sidang Kasus Narkotika Satu Ton Sabu Hadirkan 10 Saksi

Selasa, 30 Agustus 2022 | 18:40 WIB
X