• Senin, 15 Agustus 2022

Menkumham: Hari Bakti Pemasyarakatan Ke 58 Wujudkan Narapidana Berketerampilan & Produktif

- Selasa, 26 April 2022 | 22:00 WIB
Menkumham Yasonna H. Laoly dalam acara Syukuran Menuju 58 Tahun Pemasyarakatan, di The Hotel Sultan, Jakarta. Selasa (26/4/2022).
Menkumham Yasonna H. Laoly dalam acara Syukuran Menuju 58 Tahun Pemasyarakatan, di The Hotel Sultan, Jakarta. Selasa (26/4/2022).

Jakarta, Zonabandung.com,- Pemasyarakatan sebagai institusi yang turut bertugas dalam pemajuan dan pembangunan sumber daya manusia dituntut untuk lebih aware terhadap kondisi pandemi Coronavirus disease (COVID-19) mengingat terdapat 267.448 narapidana dan tahanan yang masuk kategori usia produktif.

Pemasyarakatan harus adaptif dan inovatif, tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama dalam pelaksanaan program Pemasyarakatan.

' Kita harus memikirkan cara mengubah tantangan besar tersebut menjadi peluang untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penyesuaian program pelatihan narapidana dengan kesempatan kerja yang tersedia,' tegas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly, dalam acara Syukuran Menuju 58 Tahun Pemasyarakatan, bertempat di The Hotel Sultan, Jakarta. Selasa, 26 April 2022.

Baca Juga: PWI Ramadhan Berbagi Takjil, Diapresiasi Kepala Diskominfo Kota Bandung

Yasonna mengatakan berbagai permasalahan dan pencapaian yang silih berganti kian mendewasakan dan menguatkan institusi ini. Rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-58 bertema Pemasyarakatan PASTI dan BerAkhlak, Mewujudkan Indonesia Maju merupakan komitmen nyata untuk perlahan-lahan menjawab berbagai tantangan untuk kembali bangkit dan pulih dari hantaman pandemi COVID-19.

Menkumham meminta Pemasyarakatan harus mampu bertransformasi menjadi institusi yang mampu menciptakan manusia yang berketerampilan dan memiliki produktivitas tinggi sehingga sudah siap untuk berkompetisi, baik di level nasional maupun global.

' Jangan sampai kembalinya narapidana di tengah masyarakat tidak dibarengi dengan upaya peningkatan kesejahteraannya. Tentu akan berpotensi besar terjadinya residivisme karena ketidakmampuannya untuk bersaing di tengah masyarakat', tandas Yasonna.

Pemasyarakatan harus mampu menjembatani para narapidana dengan lingkungan sosialnya. Sudah saatnya program pemberdayaan masyarakat ditingkatkan. Upaya promosi sebelum para narapidana ini benar-benar terjun ke masyarakat juga perlu dioptimalkan, tambah Yasonna.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Terkini

Kemenkumham RI Raih 2 Rekor MURI Lomba Esports

Minggu, 7 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Kota Bandung Siap Sambut Peringatan KAA

Minggu, 17 April 2022 | 04:36 WIB
X