• Rabu, 28 September 2022

Ketum SMSI, Firdaus Tanggapi Penembakan Yang Menewaskan Wartawan Al-Jazeera

- Kamis, 12 Mei 2022 | 23:18 WIB
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengecam keras peristiwa penembakan wartawan.
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengecam keras peristiwa penembakan wartawan.

Jakarta, Zonabandung.com,- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengecam keras peristiwa penembakan wartawan yang diduga dilakukan oleh tentara Israel di tenda pengungsi di kota Jenin, Tepi Barat (West Bank) yang diduduki Israel.

Wartawan yang ditembak mati tentara Israel adalah Shireen Abu Akleh (51) dari Al-Jazeera yang sedang meliput serangan tentara Israel di lokasi pengungsian di Jenin.

Padahal saat itu Shireen mengenakan rompi bertuliskan “PERS” dan mengenakan helm.  Mestinya, tentara Israel tahu dia wartawan yang tengah bertugas.

Baca Juga: Heritage Braga Bandung Akan Diresmikan Sebagai Urban Data Lab

Pihak militer Israel sempat menolak tuduhan penembakan wartawan tersebut. Bahkan militer Israel menuding Palestina yang melakukan penembakan. Namun Kepala Biro Al-Jazeera Walid Al-Omary di Ramallah menerangkan, tidak ada penembakan oleh orang-orang bersenjata di Palestina.

“Itu tindakan teror besar terhadap wartawan. Jelas itu tindakan biadab terhadap wartawan yang bertugas untuk kepentingan umum. Penembak jelas melawan hak asasi manusia yang melindungi wartawan, dan sekaligus melecehkan pers seluruh dunia yang baru saja memperingati Hari Kebebasan Pers se-Dunia. Kami minta Persatuan Bangsa-Bangsa memberi perhatian khusus pada kasus penembakan wartawan tersebut,” kata Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, Kamis, 12 Mei 2022 dalam siaran pers menanggapi penembakan wartawan di Tepi Barat.

Menurut Firdaus, apa yang dilakukan tentara terhadap wartawan Shireen jelas melanggar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) tahun 1948.

Pasal 19 DUHAM menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengemukakan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan gagasan melalui media apa pun dan tidak memandang batas-batas”.

Sebagaimana diberitakan Anadolu News Agency, 11 Mei 2022, Shireen ditembak di bagian wajahnya sehingga menghembuskan napas terakhir. Sementara seorang wartawan lainnya, Ali Al-Samoudi dari surat kabar Quds tertembak di bagian punggungnya, dan harus dirawat.

Halaman:

Editor: Ramdan ZB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Partai Demokrat Tolak Wacana Penundaan Pemilu

Kamis, 3 Maret 2022 | 00:56 WIB

PSI Jabar Targetkan 1 Kursi Tiap Daerah

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:03 WIB

Masa Reses, Muhammad Farhan Kunjungi Dapil Cimahi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:46 WIB
X