Diskusi Gema Pasundan Jawab Keresahan Publik atas Pelaksanaan Pilkada di Masa Pandemi, Simak Disini!

- Sabtu, 21 November 2020 | 18:01 WIB

Prof Didi menambahkan bahwa pemerintah sudah memiliki kebijakan maka semua pihak harus berdisiplin pada protokol kesehatan, agar tidak menjadi korban, menimbulkan masalah baru dan kegaduhan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bagian dari upaya kita membangun silaturahim, kebersamaan dan komitmen kepada bangsa. Semoga bermanfaat,” tandasnya.

Adapun Ketua KPU Jawa Barat, Rifki Alimubarok., M.Si mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, pada awalnya Pilkada akan diselenggarakan pada 23 September, namun karena pandemi Covid-19 maka ditunda selama tiga bulan, dan akan digelar Desember mendatang.

“Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini, maka kami berjalan berdampingan bersama pemerintah dan DPR bahwa Pilkada ini dilaksanakan dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan dan koordinasi gugus tugas di masing-masing level baik provinsi, kota maupun kabupaten,” terangnya.

Lewat AKB, lanjut Rifki, penyelenggara akan menjamin kesehatan dan keselamatan dalam pemilihan dan pihak yang terlibat, sehingga akan dipastikan bahwa penyelenggara dan pemilih adalah orang yang sehat.

“Saat ini sudah 90% tahapan terpenuhi dalam tahap Pilkada baik anggaran, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), memfasilitasi rapid dan swab tes bagi penyelenggara dan petugas KPPS yang berkoordinasi dengan tim gugus tugas untuk alat dan kesiapan petugas serta pemuktahiran data pemilih sebanyak 11,8 juta jiwa di 8 daerah yang ada di Jawa Barat,” urainya.

Selain itu, sambung Rifki akurasi pemilih pada Pilkada tahun ini dibandingkan sebelumnya telah lebih baik, serta logistik yang sudah siap sehingga hanya menunggu distribusi untuk kemudian proses pemungutan suara yang diharapkan dapat berjalan dengan baik.

"KPU menjamin keamanan dan kesehatan dalam Pilkada, semoga akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan yaitu sehat dan berintegritas,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran Unpas, Trias Nugrahadi, dr.,SpKN(K) mengungkapkan bahwa sebelum pandemi Covid-19, dunia juga pernah digemparkan pada tahun 2003 oleh wabah SARS dan MERS pada tahun 2012, dengan kasus sekitar 8000 dengan angka kematian yang tinggi.

“Covid-19 sudah memakan korban sebanyak 55,6 juta kasus dengan paparan ke 189 negara. Pilkada di tengah pandemi menjadi sesuatu yang harus kita waspadai mengingat kasus dan penyebaran yang tinggi, dimana Covid-19 juga memiliki daya serang tinggi pada orang yang berusia 60 tahun ke atas dan pada orang yang memiliki penyakit bawaan,” terangnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Solidkan DPK, DPP Partai PKP Jabar Gelar Rakerda

Minggu, 9 Oktober 2022 | 22:17 WIB

Partai Demokrat Tolak Wacana Penundaan Pemilu

Kamis, 3 Maret 2022 | 00:56 WIB

PSI Jabar Targetkan 1 Kursi Tiap Daerah

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:03 WIB
X