• Rabu, 7 Desember 2022

Warga Puri Cipageran Mengadu ke DPRD Kota Cimahi Terkait Keberadaan Pasar Di Lapangan PCI

- Rabu, 8 Juli 2020 | 19:25 WIB

Cimahi, Zonabandung.com,- Komisi 1 DPRD Kota Cimahi yang di Ketuai Hendra Saputra serta anggota Yulianawati, Dr.R.ADJ.Irma Indriyani, Sobari, Wahyu Widyamoko mengadakan Audensi dengan warga Puri Cipageran tekait keberadaan pasar tumpah/kaget, Diruang Komisi 1 DPRD Kota Cimahi, Jln.Dra. Hj. Djulaeha Karmita No.5 Kota Cimahi, Rabu (8/7/2020).

Hadir juga di kegiatan tersebut Kasatpol PP dan Damkar Kota Cimahi H.Totong Solehudin, Lurah Cipageran Agus Irwan Kustiawan, serta tamu undangan

Keberadaan pedagang di lapangan Puri Cipageran Indah (PCI) Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, menuai banyak pro kontra di kalangan masyarakat sekitar.

Pasalnya, keberadaan lapangan itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk kegiatan olahraga dan Ruang Hijau Terbuka (RTH) dan sejumlah warga juga memanfaatkan lapangan itu untuk berdagang di sekitar lokasi lapangan tersebut.

Chepy pamungkas salah satu warga Cipagera yang ikut Audensi mengatakan bahwa kami memohon kepada Dewan agar memfasilitasi supaya pemerintah bisa memaksimalkan penggunaan fasilitas sosial (Fasos) itu untuk warga, bukan untuk pedagang.

Chepy Pamungkas menjelaskan bahwa kami ini warga Puri Cipageran tidak berada di Pro dan Kontra, karena kami warga yang tidak punya kewenangan untuk menolak atau mendukung, tapi ini adalah kewenangan Eksekutif Pemerintah tempat itu adalah Fasos yang sudah diserahkan untuk dikelola oleh Pemkot Cimahi.

"Jadi selain Pemkot Cimahi, tidak ada lagi yang punya kewenangan untuk mengubah lapangan itu menjadi pasar atau apapun namanya," jelas Chepy Pamungkas.

Chepy Pamungkas menegaskan bahwa kita ini sepakat negara ini negara hukum, segala sesuatunya harus berdasarkan hukum dan undang-undang, kalau berbicara masalah kepentingan, kepentingan saya dengan warga lain berbeda.

"Selama undang-undang mengatakan tidak boleh kita harus patuh hukum, bila ada orang lain yang merasa berwenang, itu suatu perbuatan yang tidak dibenarkan oleh undang-undang," terang Chepy Pamungkas.

Halaman:

Editor: Ramdan

Terkini

5 Rekomendasi Kado untuk Pasangan Terbaik 2022

Selasa, 29 November 2022 | 18:54 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Menarik Spesial Hangry BirthDay

Kamis, 17 November 2022 | 20:31 WIB

Apakah Asuransi Kesehatan Mencakup Perawatan Gigi?

Sabtu, 5 November 2022 | 20:26 WIB

Buka Tabungan di bank bjb Dapat Banyak Keuntungan

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 17:23 WIB
X